Skip to main content
CCTV

Pelanggar Lalu Lintas Langsung Ditegur dari CCTV

KLIKBONTANG.com -- Teknologi pemantau lalu lintas kota mulai diterapkan Polantas Bontang. Uji coba pengawasan melalui kamera CCTV dilengkapi pengeras suara di titik tertentu jalan protokol Kota Bontang, Kalimantan Timur sudah sebulan terakhir dilakukan.

 

Kamera pengawas lalu lintas yang dilekatkan di Traffic Light terbukti berhasil mencegah pengendara melanggar saat berkendara. Petugas di dalam ruang kontrol cukup memantau lalu lintas melalui layar di Makopolres Bontang, kemudia langsung menegur pelanggar di saat berhenti di traffic light.

“Pengendar motor scoopy biru agar tidak membawa beban berlebih saat berlalu lintas. Anda terpantau dari kamera cctv Polantas Bontang,” ujar Kasat Lantas AKP Irawan Setyono saat memeragakan kamera pemantau dari ruangan kerjanya.

AKP Irawan mengatakan, pemasangan cctv dilengkapi dengan pengeras suara masih dalam status uji coba. Untuk sementara ini, teknologi baru diterapkan di persimpangan jalan Ahmad Yani (RS Amalia).

Rencananya, secara bertahap seluruh titik persimpangan bakal dilengkap dengan fasilitas seperti ini. Menurut dia, upaya teguran melalui kamera pemantau cukup efektif. Banyak para upaya pencegahan pelanggaran berhasil dilakukan melalui fasilitas ini.

“Paling banyak misalnya mobil yang berhenti di zona roda dua. Setelah kami tegur mereka mundur, atau ada juga pengendara yang tidak mengenakan helm. Setelah ditegur mereka pulang untuk mengambil helm,” ujarnya.

Pantauan Klikbontang, beberapa pengendara yang terbukti melanggar langsung terlihat panik setelah mendapat teguran. Misalnya, pengemudi mobil yang menggunakan telepon genggam saat berlalu lintas didapati tengah menelpon. Petugas yang melihat aksinya, segera menegur.

Menyadari teguran untuk dirinya, sang pengendara mobil berupaya mencari sumber suara. Setelah menyadari terpantau kamera, dirinya memperbaiki posisi duduk dan menyimpan telepon genggamnya di dashboard lalu melanjutkan perjalanan.

Namun, fasilitas kamera ini belum bisa menjangkau nomor kendaraan. Keterbatasan tersebut diakui oleh Kasat Irawan. Pun demikian, uji coba ini masih dilakukan sementara. Kedepan, pihaknya bakal meningkatkan fasilitas kamera pemantau lebih baik lagi. (*)

Reporter : Ichwal Setiawan    Editor : Qadlie Fachruddin