Skip to main content
Sutrisno

Profil Camat Bontang Barat, Sutrisno, SE, M.Si

SEORANG anak bergegas lari dari sekolahnya menuju rumah. Derap langkah kaki kecil semakin kencang berlari. Sesampainya di rumah anak itu bersegera untuk mengganti bajunya. Dengan secepat kilat ia mengganti baju dan berlari menuju pematangan sawah dimana tempat orang tuanya bekerja.

Disambut hamparan sawah berlumpur, dirinya membantu kedua orang tuanya yang sedang sibuk menanam padi. Tidak jarang pula ia membantu ibunya berjualan sayur keliling. Anak kecil yang luar biasa.

Tidak ada keluh baginya. Entah apa yang ada di pikirkannya ataukah didikan dari orang tuanya? Kala itu dia hanya berpikiran untuk dapat membantu kedua orang yang telah melahirkannya.

Meskipun begitu, dirinya juga menyempatkan diri untuk bermain dengan teman-teman sebayanya dan tau kapan harus membedakan waktu untuk bermain maupun belajar. Hari-hari masa kecil sampai remaja bangku Sekolah Menengah Pertama disibukkan dengan membantu orang tuanya berkerja di sawah.

Sawah yang memiliki luas seperempat hektar dan terdiri dari 4 petak sawah sudah menjadi bagian pengalaman masa kecilnya yang tak terlupakan. Didampingi oleh sosok ibu yang selalu menjadi orang nomor satu di dalam hidupnya, tidak ada kata lelah baginya setelah melihat senyuman beliau.

Seorang wanita bernama Bibit selalu terukir didalam hati dan ingatan miliknya. Dia yang bernama Sutrisno, bertugas sebagai Camat Bontang Barat selalu ingat apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Kebaikan akan membuka segala pintu.

“Selalu berbuat baik kepada orang lain, jangan mencelakai orang lain dan selalu membantu sesama,” itulah yang ia katakan sembari menyantap hidangan kolak mengisi perut kosong di pagi hari.

Sutrisno yang dibesarkan di pematangan sawah Desa Kedaton Kecamatan Kapas Bojonegoro, tanpa ia sadari telah membentuk mental perkerja keras tanpa kenal pamrih. Kehidupan semasa Sekolah Menengah Atas (SMA) dijalani di daerah Kota Bojonegoro.

Dengan ikut bersama orang lain, sembari sekolah dirinya juga membantu perkerjaan rumah yang ia diami. Tidak ada keluh, hanya perasaan membantu sesama akan menimbulkan kebaikan pula.

Selama duduk di bangku SMA, dirinya baru terpikir akan sebuah cita-cita. Melihat para abdi negara berpakaian seragam dan memperlihatkan kehidupan yang nyaman dan stabil membuatnya berkeinginan untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Setelah lulus dari SMA, ia mencoba peruntungannya untuk menjadi abdi negara. Pertama kali ia mencoba menjadi angkatan militer darat atau Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Belum beruntung baginya harus terhenti pada tahap tes kesehatan dikarenakan kondisi badan yang kurang baik.

Kedua kali ia mencoba menjadi TNI Angkatan Darat (AD) namun dia terhenti pada saat seleksi administrasi. Tidak patah semangat, ia terus mencoba untuk yang ketiga kali. Selanjutnya ia mencoba masuk di angkatan kepolisian, namun terhenti kembali dites kesehatan.

Sutrisno tidak patah semangat untuk terus mengejar keinginannya menjadi PNS. Akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke Kalimantan dengan beberapa keluarganya. Setelah meminta izin kepada orang tuanya, dia berangkat dengan menggunakan kapal, menyebrang dari pulau Jawa sampai Kalimantan.

Beruntung baginya bertemu dengan Lumi. Seorang pemilik warung makan kecil di Kota Samarinda. Lumi yang membutuhkan karyawan di tempatnya berjualan makanan sehari-hari akhirnya memutuskan mengangkat Sutrisno sebagai pegawainya.

Akhirnya dimulailah perjalan Sutrisno meniti karir di pulau Kalimantan dari sebuah warung makan kecil di tahun 1987. Tidak butuh waktu lama baginya berkerja di warung makan tersebut, sembari berkerja ia juga mengikuti tes calon PNS di Samarinda.

Dia yang berprinsip disitu bumi dipijak disitu pula langit dijunjung, mengeluarkan segala upaya baik doa dan usaha agar dapat diterima menjadi PNS. Tak ayal, usaha dan kerja kerasnya terbayar tuntas di tahun 1988 dengan menerima Surat Keputusan (SK) diterima sebagai Aparatur Sipil Negara. Saat ini, dirinya bahkan telah menjadi Camat Bontang Barat yang baru.

Dirinya yang telah menjadi mandiri semenjak remaja dan selalu berusaha untuk terus maju menghadapi rintangan walaupun harus hidup dalam kondisi yang serba berkecukupan tidak terima untuk menyerah begitu saja.

Saat ini dia hanya berkeinginan untuk menjalankan amanat yang telah diembankan kepadanya sebagai Camat Bontang Barat yang baru. Saling membantu sesama untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga yang dinaunginya.(*)

(sumber: Klik Bontang)